Pilkada 2017 yang Penuh dengan Lika-Liku

Berita Pilkada 2017 Okezone – Pemilihan Kepala Daerah yang berlangsung di berbagai daerah memiliki cerita tersendiri yang sayang untuk dilewatkan. Jakarta yang merupakan ibukota negara Indonesia turut serta memeriahkan pemilihan Kepala dan Wakil Kepada Daerah. Pilkada di Jakarta tentunya menjadi topik hangat yang patut untuk diikuti. Perkembangan informasi akan pemilihan Kepala dan Wakil Kepala Daerah tersebut bahkan dihadirkan melalui program acara televisi dan surat kabar. Alasan mengapa pilkada di Jakarta perlu untuk diikuti disebabkan oleh calon Kepala dan Wakil Kepala Daerah yang mencalon di pemilihan tersebut. Pemilihan pilkada di Jakarta semakin berliku dengan berita-berita miring yang dimiliki oleh calon Kepada Daerah tersebut. Mulai dari kabar mengenai penistaan agama hingga pengunduran anggota TNI yang dilakukan oleh calon Kepada Daerah propinsi Jakarta tersebut.

Pilkada 2017 yang berlangsung di Jakarta dilengkapi dengan 3 pasang calon, Agus Harimurti – Sylvana Murni, Basuki Tjahaja Purnama – Saiful Hidayat dan Anies Baswedan – Sandiago Uno. Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bahkan terkena kasus penistaan agama sebelum pemilihan suara berlangsung. Ia dituduh menistakan agama Islam akibat penuturan yang disampaikannya ketika menghadapi awak berita. Kasus penistaan agama tersebut menjadi bumbu berita Pilkada 2017 Okezone yang proses pengadilannya masih berlangsung hingg saat ini. berbeda dengan Ahok, Agus Harimurti yang merupakan anak mantan presiden RI ini disayangkan oleh berbagai pihak karena keputusannya untuk meninggalkan dunia militer dan lebih memilih memasuki dunia politik. Meskipun mendapatkan dukungan dari sang ayah dan isteri, sepak terjang Agus untuk pilkada 2017 ini harus terhenti karena mendapatkan suara rendah dari masyakarat saat pilkada putaran pertama. Pilkada pada putaran kedua akan diisi dengan persaingan Ahok dan Anies Baswedan saja.

Menurut berita Pilkada 2017 Okezone, kampaye pemilihan Kepada dan Wakil Kepala Daerah akan dilakukan pada tanggal 7 Maret hingga tanggal 15 April nanti. Kampaye yang akan dilakukan pada perputaran kedua ini tidak memiliki perbedaan yang mencolok. Masing-masing kandidat menerapkan system dan kinerja yang sama. Yang membedakan antara kampaye yang pertama dan yang kedua adalah tidak adanya alat peraga saat kampaye. Untuk mengenalkan calon Kepala dan Wakil Kepala Daerah, KPU DKI Jakarta memiliki peran yang sangat penting. KPU akan memesang beberapa iklan di media cetak dan media elektronik mengenai dua pasang kandidat tersebut. Kampaye kedua yang dilakukan oleh kedua pasang calon mengharuskan calon untuk berhenti melakukan tugas negara dan menggunakan fasilitas yang diberikan oleh negara. Untuk melaksanakan tugas penting tersebut, Sumarsono yang merupakan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri kembali ditunjuk sebagai ketua pelaksana.

Selama proses pemilihan Ketua dan Wakil Kepala Daerah kota Jakarta, baik KPU dan Bawaslu harus bertindak dengan netral. Tidak memihak pihak tertentu merupakan hal wajib yang harus mereka lakukan selama proses Pilkada berlangsung. Pertemuan secara tertutup yang dilakukan oleh Ahok dan Sumarno yang merupakan anggota KPUD dinilai menciderai demokrasi yang diberlakukan oleh negara. Pertemuan tersebut melahirkan asumsi di tengah masyarakat akan pemihakan yang dilakukan oleh anggota KPUD tersebut. Padahal selama pemilihan, baik KPU dan Bawaslu harus bersikap netral dan tidak memihak kubu manapun. Jika KPU dan Bawaslu diharuskan bertemu dengan calon pemimpin Jakarta, mereka harus bertindak sebagai pengundang dan bukan pihak yang diundang. Dengan begitu, permasalahan saat pilkada tidak perlu terjadi lagi. Berita Pilkada 2017 Okezone yang telah dijelaskan di atas memberitahukan kepada pembaca bahwa pilkada Jakarta sangat pelik dan berliku.